Tampilkan postingan dengan label Tentang Komputer/PC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Komputer/PC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Tips Mempercepat Proses Booting Komputer anda

Tidak ada salahnya menggunakan komputer apa adanya. Tentu saja, ada risikonya. Misalnya, komputer kian hari kian lambat. Padahal perawatan sudah dijalankan. Baik meng-update driver, menghapus file sampah, dan beragam perawatan rutin lain. Atau mungkin komputer berjalan stabil, namun suara yang ditimbulkannya sangat mengganggu. Masalah burn CD kadang juga membuat jengkel. Apalagi misalnya, CD tersebut hendak digunakan pada audio di mobil. Sebel memang jika PC tidak menuruti kemauan kita sebagai pemiliknya. Semua masalah yang mungkin timbul seperti di atas disebabkan PC yang liar. Seperti kuda dari padang rumput, sebelum digunakan harus dijinakkan terlebih dahulu. Agar kita terhindar dari ketidaknyamanan menungganginya. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menanggulangi berbagai permasalahan saat menggunakan PC, baik di rumah maupun di tempat kerja. 1. Percepat Booting dan Ringankan beban CPU Seiring dengan waktu, lama kelamaan PC terasa makin lambat dan ‘berat’. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya? * Langkah pertama mempercepat boot via BIOS. Untuk keterangan selengkapnya, Anda dapat melihatnya pada “Menguak Tabir BIOS” di PC Media 04/2004 yang lalu. * Selanjutnya mulai ke area operating system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen. Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan. Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25. * Windows XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust for Best Performance” pada tab Visual Effects. * Menghilangkan wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah. * Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme. * Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda. Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font. Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font. * Anda rajin meng-update driver? Bagus. Namun tahukah Anda, file-file yang digunakan driver lama Anda dapat memperlambat PC. Cara paling mudah menggunakan utility tambahan seperti Driver Cleaner. Utility ini membersihkan driver nVidia dan ATI terdahulu. Driver Cleaner 3.0, juga dapat membersihkan driver lama beberapa chipset motherboard, sound card, dan lain-lain. 2. Overclock Ini bagian yang paling menarik. Pada bagian ini kami akan memandu overclocking, dengan mengandalkan beberapa software yang bisa di-download gratis dari internet. Overclock Video Card Overclocking pada video card, relatif mudah apalagi dengan Powerstrip. * Anda bisa menggunakan Powerstrip dengan men-download dari www.entechtaiwan.net. * Atur konfigurasi dari Performace profile, dengan klik kanan di tray icon. * Anda akan melihat dua buah vertical slider. Slider kiri, control untuk core speed video card. Slider kanan merupakan control dari kecepatan memory video card. * Tambahkan core speed video card secara bertahap (maksimal 2 Mhz). Lakukan tes stabilitas dengan memainkan game 3D atau menjalankan benchmark. Ulangi hal tersebut sampai core speed maksimal dari video card. Lakukan hal yang sama untuk memory clock. Kini Anda bisa menikmati frame rates baru yang lebih cepat secara gratis. Overclock Motheboard Untuk melakukan overclock terhadap motherboard sedikit berbeda. Anda harus menyesuaikan aplikasi sesuai dengan chipset motherboard. Di sini kami mengambil contoh overclocking dua buah motherboard. Pertama adalah motherboard dengan chipset nForce2. * Untuk motherboard dengan chipset nVidia, Anda bisa memanfaatkan aplikasi NV system utilities dari www.nvidia.com. * Pada aplikasi ini, tinggal menggeser slider kearah kanan pada bagian Bus speeds. Ini akan menyesuaikan clock FSB juga memory bus. Untuk AGP bus, tersedia pada slider yang terpisah. * Tersedia juga setting untuk memory control timing. Setting memory yang lebih agresif akan menguntungkan untuk sistem AMD. * Sama seperti pada video card, Anda harus menambahkan secara bertahap FSB dan AGP bus. Jalankan tes stabilitas. Setelah selesai, Anda bisa mengakhiri dengan mengklik tombol (OK). Catatan: ketika OC yang Anda lakukan tidak sesuai, maka komputer akan otomatis hang dan terpaksa me-restart komputer. Motherboard kedua adalah Intel D875PBZ. Menggunakan Intel Desktop Control Center, sayangnya utiliti ini hanya berjalan pada motherboard keluaran Intel. * Untuk melakukan OC, Anda bisa melakukannya dengan otomatis. * Bisa juga secara manual. Pada menu Tune yang terdapat di bagian atas, pilih option Burn-in, enable burn-in mode. * Terdapat Host I/O mode dan AGP/PCI mode. Pada Host I/O mode, OC dilakukan berdasarkan persentase hingga 4 %. Sedangkan pada AGP/PCI mode, menaikkan bus clock AGP yang otomatis akan meningkatkan clock PCI. * Setelah melakukan penambahan, Anda bisa mengukur stabilitas. Dengan melakukan stress-it pada bagian kiri bawah aplikasi yang bertanda centang.
Semoga postingan ini bermanfaat buat kalian semua....
Read More..

Cara Mengatasi Hardisk yang Tidak terdeteksi Windows

Pada dasaranya proses pemasangan piranti keras (hardware) yang satu ini tidaklah begitu sulit, Namun tak jarang, karna saking mudahnya banyak diantara kita yang mungkin sudah sangat sering, jadinya menganggap hal-hal yang sedianya perlu diperhatikan secara ‘sangat enteng’. Akhirnya…… Nah…. Berikut terdapat beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk. Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU. Langkah 2 : Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda. Langkah 3 : Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave. Langkah 4 : Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya. semoga bermanfaat……
Read More..

Tips mudah mengatasi Laptop mati



System proteksi ini dirancang oleh hardware manufacture untuk melindungi hardwre terhadap kerusakan ( contoh: intel, chipset pada temprature diatas 60′ celcius akan memutuskan arus/ mematikan dirinya untuk menghindari over heating). Sebelum menyimpulkan kerusakan hardware pada laptop anda alangkah baiknya melakukan standard analisa kerusakan.
 
Beberapa gejala yang timbul pada saat notebook memproteksi dirinya dari over heating:

* GEJALA 1. Lead power menyala, layar tidak tampil

1. Dinginkan sesaat laptop dan Cabut battrery, nyalakan menggunakan ac adapter
2. Buka cover( bagian bawah laptop) lepaskan memory kemudian pindahkan ke slot yang lainnya( kalau ada dua slot memory), untuk beberapa jenis laptop yang hanya mempunyai satu slot memori, lepaskan memori dan pasang kembali.
3. Buka cover hardisk, lepaskan dan pasang lagi hard disk dan coba hidupkan kembali.

Jika ketiga tahapan tersebut diatas sudah dilakukan tetapi laptop masih belum kembali normal, barulah kita dapat menyimpulkan ada masalah dengan hardware notebook anda.
Ada beberapa kemungkinan kerusakan yang terjadi akibat gejala-gejala diatas:

* Prosesor ataupun power pendukungnya
* VGA chip
* Motherboard chip
* Bios chip
* Memory

Tetapi biasa yang sering terjadi kerusakan ringan dari gejala diatas adalah kerusakan pada memory. anda cukup mengganti dengan memory yang baru.

* GEJALA 2.Tidak ada lead( indicator lamp) tidak menyala sama sekali.

Gejala ini timbul akibat tidak adanya tegangan( arus listrik) yang masuk atau terputusnya tegangan diakibatkan kerusakan pada component power, sebelum menyimpulkan kerusakan pada component power sebaiknya anda melakukan analisa ringan yang bisa anda lakukan sendiri.

1. Ganti Adapter/ kabel power dengan yang sejenis untuk memastikan kerusakan tejadi pada adaptor/ kabel atau pada laptop anda.
2. Lepaskan Battery .untuk memastikan tidak ada gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada battery laptop anda.
3. Perhatikan lead( indacator lamp) pada adapter apakah menyala normal atau berkedip-kedip( drop). Jika ini terjadi, sdh dapat dipastikan masalah terjadi pada ic component power laptop anda. sebaiknya langsung menghubungi service centre terdekat.
Read More..
Kediri hacker © 2008 Template by:
SkinCorner